HARUS DIKEBIRI: Ketiga pelaku pencabulan berhasil diamankan Satreskrim Polres Kendal. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARUS DIKEBIRI: Ketiga pelaku pencabulan berhasil diamankan Satreskrim Polres Kendal. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARUS DIKEBIRI: Ketiga pelaku pencabulan berhasil diamankan Satreskrim Polres Kendal. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARUS DIKEBIRI: Ketiga pelaku pencabulan berhasil diamankan Satreskrim Polres Kendal. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Kasus pencabulan anak di Kendal semakin meresahkan. Ini terungkap setelah Satreskrim Polres Kendal berhasil membekuk tiga pelaku pencabulan. Ironisnya selain melakukan aksi cabul, seorang pelaku diketahui menjual korbannya ABG ke lokalisasi Sunan Kuning Semarang. Pelaku adalah Budiarto alias Riyoso, 56, warga Harjowinganun Timur Kecamatan Tersono Batang. Sedangkan dua pelaku lain, Nurhadi, 60, warga Desa Penaruban Kecamatan Weleri Kendal serta Wahyono ,21, warga Kelurahan Candiroto Kendal.

Pelaku Budiarto mengaku mengenal korban ASD, 17, warga Batang awal tahun 2015. Ia mengaku mendapatkan nomor korban dari keponakannya. Dari situlah keduanya menjalin komunikasi cukup intens, hingga akhirnya memutuskan untuk bertemu 24 Oktober lalu. “Waktu ketemu saya mengaku sebagai suruhan mantan pacar korban dan saya ajak di kebun Karet Kawasan Sukorejo,” akunya.

Saat itulah, pelaku mengancam korban hingga akhirnya dengan leluasan mencabulinya. Ironisnya kejadian itu terus berulang dibawah ancaman. Aksi bejat itu dilakuan di sebuah hotel di Pageruyung, Semarang hingga di Bandungan. “Saya selalu mengancamnya agar mau saya ajak hubungan badan. Jika ditotal semuanya sudah sekitar 14 kali lebih,” ujarnya.