ALAT KUNO: Salah satu batu lumpang yang berada di Kampung Rejosari Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ALAT KUNO: Salah satu batu lumpang yang berada di Kampung Rejosari Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ALAT KUNO: Salah satu batu lumpang yang berada di Kampung Rejosari Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ALAT KUNO: Salah satu batu lumpang yang berada di Kampung Rejosari Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MIJEN—Benda-benda purbakala yang ditemukan di Kecamatan Mijen Kota Semarang tidak hanya bagian dari candi. Ada juga batu yang diduga dulu digunakan untuk peralatan rumah tangga.

Di Kampung Rejosari Kelurahan Wonolopo terdapat 2 buah batu lumpang. Batu ini memiliki lubang di bagian tengahnya, mirip lumpang. “Dulu batu lumpang seperti ini biasa digunakan untuk peralatan rumah tangga seperti menumbuk,” jelas pemerhati sejarah Kota Semarang Tri Subekso.

Batu lumpang tersebut berada di tepi jalan kampung, tak jauh dari Pondok Pesantren Nurul Islam. Keduanya berjarak sekitar 7 meter dan terpisah jalan.

Selain di Rejosari, batu serupa juga ditemukan di Kampung Santren Kelurahan Ngadirgo. Lokasinya berada di tengah hutan karet.

“Yang menarik, meski bentuk dan besaran batunya beda tapi ukuran lubang ketiga batu ini sama,” jelas alumnus Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Diponegoro ini.