Warga Prihatin, Panwas Dikeroyok Hilang Nyali

Minta Dukungan DPRD dan PNS

272
TUNTUT PILKADA DAMAI : Puluhan warga turun jalan menuntut agar Pilkada berjalan damai. Warga juga memberikan dukungan terhadap langkah-langkah Panwas agar lebih bernyali dengan mengumpulkan seribu tanda tangan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUT PILKADA DAMAI : Puluhan warga turun jalan menuntut agar Pilkada berjalan damai. Warga juga memberikan dukungan terhadap langkah-langkah Panwas agar lebih bernyali dengan mengumpulkan seribu tanda tangan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUT PILKADA DAMAI : Puluhan warga turun jalan menuntut agar Pilkada berjalan damai. Warga juga memberikan dukungan terhadap langkah-langkah Panwas agar lebih bernyali dengan mengumpulkan seribu tanda tangan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUT PILKADA DAMAI : Puluhan warga turun jalan menuntut agar Pilkada berjalan damai. Warga juga memberikan dukungan terhadap langkah-langkah Panwas agar lebih bernyali dengan mengumpulkan seribu tanda tangan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Puluhan orang yang terdiri atas perwakilan 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan, menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (02/11) kemarin. Mereka meminta dukungan dalam pengusutan tuntas, atas kasus pengeroyokan salah seorang Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Bojong, Kabupaten Pekalongan, beberapa waktu lalu.

Permasalahan dan pelanggaran selama kampanye Pilkada yang dilakukan oleh masing-masing tim sukses dari masing-masing pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan, sudah tak bisa diatasi Panwas.

Aksi damai puluhan warga tersebut, juga membawa spanduk bertuliskan “Save Panwas dari Kekerasan dan Intimidasi” dan “Pak Polisi… Tolong Lindungi Panwas.” Mereka juga membawa keranda yang bertuliskan “Demokrasi”. Ini wajar, mereka menilai demokrasi di Kabupaten Pekalongan sudah mati, lantaran mereka khawatir Pilkada berjalan tidak dengan damai.