Dua Atlet Sanda Jateng ke Kejuaraan Dunia

256

SEMARANG – Dua atlet wushu putra Jateng untuk nomor sanda (pertarungan), masing-masing Yusuf Widiyanto (kelas 56 kg) dan Puja Riyaya (70 kg) akan tampil di Kejuaraan Dunia Wushu di Istora Senayan, Jakarta, 13-18 November mendatang.

Menurut Ketua Harian Pengprov WI Jateng Sudarsono, kedua atlet dari Sasana Lindu Aji Kabupaten Semarang, terpilih mewakili Indonesia menyusul prestasinya di Kejurnas Wushu Senior yang juga babak Pra-PON di Bandung, 21-25 September lalu. ”Dalam kejurnas sekaligus babak Pra-PON lalu, Yusuf dan Puja meraih medali emas. Kami cukup bangga atas terpilihnya kedua atlet tersebut di kejuraan dunia,” kata Sudarsono dihubungi kemarin.

Ditambahkan dia, arti penting keikutsertaan kedua pesanda tersebut, sebagai simbol kebangkitan wushu sanda Jateng di tataran nasional dan internasional. Labih jauh dari itu, kata dia, ini kesempatan yang bagus bagi atlet untuk menimba ilmu agar ke prestasi ke depan, khususnya PON bisa terwujud.

Dia berharap, pada Kejuaraan Dunia yang diikuti atlet-atlet tangguh dari berbagai negara pecahan Rusia dan Asia Timur itu, Yusuf dan Puja mengalami perkembangan teknik yang bagus.

Bagi Jateng sendiri, kata dia lagi, baru pertama kali menyertakan atletnya di kejuaraan dunia kategori junior. ”Yusuf pernah meraih medali perunggu di Kejuaraan Asia di Makau, tapi saat itu dia masih junior. Kini dia mengalami perkembangan yang cukup pesat untuk tampil di level senior dan kejuaraan yang lebih akbar. Target kami, dia bisa mendapatkan pengalaman dari kejuaraan ini,” tambahnya.

Ditambahkan Sudarsono, pada Agustus lalu, salah satu atlet sanda Jateng yaitu Bayu Raka merebut medali perak di Kejuaraan Asia di Mongolia. Pesanda kelas 52 kg tersebut sebelumnya membuat kejutan dengan menundukkan lawan-lawan tangguh dari Iran dan Kazakhstan. ”Dia kalah dalam final ketika menghadapi atlet dari Korsel,” tutupnya. (bas/smu)