DETEKSI AIDS: Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Demak dr Iko Umiyati (tengah) didampingi Kabid P3PL Heri Winarno dan narasumber lainnya dalam pelatihan bidan kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
DETEKSI AIDS: Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Demak dr Iko Umiyati (tengah) didampingi Kabid P3PL Heri Winarno dan narasumber lainnya dalam pelatihan bidan kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
DETEKSI AIDS: Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Demak dr Iko Umiyati (tengah) didampingi Kabid P3PL Heri Winarno dan narasumber lainnya dalam pelatihan bidan kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
DETEKSI AIDS: Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Demak dr Iko Umiyati (tengah) didampingi Kabid P3PL Heri Winarno dan narasumber lainnya dalam pelatihan bidan kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Sebanyak 30 bidan yang bertugas di puskesmas Karanganyar II, Puskesmas Bonang II, Puskesmas Guntur II mendapatkan pelatihan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Demak kemarin. Mereka dibekali dengan cara mendeteksi penderita HIV/Aids sejak dini.

Kabid P3PL Dinkes, Heri Winarno mengungkapkan, pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam memberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) terkait penyakit HIV/AIDS kepada pasien baik wanita usia subur, remaja, dan ibu hamil. “Dengan pelatihan ini, bidan mampu membantu mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS dan cara pencegahannya. Yang penting dari itu bagaimana bidan mampu menawarkan tes HIV kepada ibu hamil,”ujar dia.

Dengan pelatihan konseling dan tes HIV, diharapkan bidan bisa mendeteksi dini penularan HIV. Temuan kasus HIV/AIDS di Demak terus meningkat sejak ditemukan 1 kasus pada 2003 silam. Pada 2010 ditemukan 17 kasus, 2011 ada 21 kasus, 2012 ada 18 kasus, 2013 ada 41 kasus, 2014 tercatat ada 62 kasus dan 2015 hingga September ada 63 kasus. Secara kumulatif tercatat ada 277 kasus HIV/AIDS. “Bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di desa ikut berperan mencegah penularan HIV dari ibu ke anak,” ujarnya.