NATURAL: Busana rancangan salah satu desainer yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam Semarang Fashion Parade 2015 di Gumaya Tower Hotel, akhir pekan lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NATURAL: Busana rancangan salah satu desainer yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam Semarang Fashion Parade 2015 di Gumaya Tower Hotel, akhir pekan lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NATURAL: Busana rancangan salah satu desainer yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam Semarang Fashion Parade 2015 di Gumaya Tower Hotel, akhir pekan lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NATURAL: Busana rancangan salah satu desainer yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam Semarang Fashion Parade 2015 di Gumaya Tower Hotel, akhir pekan lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Menjelang pergantian tahun, para desainer top mulai meraba-raba tren fashion yang akan booming di 2016. Mereka telah mempersiapkan aneka busana untuk menginspirasi masyarakat.

Sebanyak 29 desainer yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) merangkul puluhan desainer untuk memamerkan hasil rancangan mereka dalam ajang Semarang Fashion Parade 2015 di Gumaya Tower Hotel, akhir pekan kemarin.

Ketua Panitia Semarang Fashion Parade 2015, Christine Wibowo menuturkan, para desainer sepakat memilih tema ‘Resistance Persistence’. Tema ini diadopsi dari ajang Indonesia Trend Forecasting 2016- 2017 yang telah dilaunching pada Indonesia Fashion Week 2015 Februari tahun ini. “Dengan identifikasi tren pendorong berdasarkan metode sejarah, orang bisa melihat kejadian-kejadian besar dunia dalam profitabilitasnya mempengaruhi tren. Tahun 2016/2017 manusia dihadapkan pada tantangan yang dapat mengganggu keberlangsungan hidup manusia,” tuturnya.