SEMARANG – Perum Bulog Divre Jawa Tengah siap menggelontorkan beras kelas premium ke pasaran. Hal ini sebagai antisipasi kenaikan harga beras memasuki musim paceklik mendatang.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Usep Karyana mengatakan, sebelumnya, Bulog lebih fokus pada penyediaan beras medium, namun beras premium ternyata juga banyak permintaan di pasaran. Oleh karena itu, pihaknya kini juga memasok beras premium. “Kami saat ini juga cukup banyak menyerap beras premium. Hal ini guna menjaga stabilisasi harga,” ujarnya, kemarin.

Hingga akhir Oktober lalu, Usep mengaku pihaknya masih memiliki serapan beras premium lebih dari 100 ribu ton, dan masih terus melakukan penyerapan. Dengan penyerapan mencapai sekitar 1.500 ton per hari. “Panen hingga saat ini masih terjadi di seluruh sentra penghasil beras di Jawa Tengah dan kami juga masih melakukan penyerapan. Jumlah serapan sendiri bervariasi, penyerapan tertinggi berada di Tegal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini, harga beras di pasaran masih stabil bahkan turun. Hal tersebut karena panen masih berlangsung, meski tak sebanyak pada periode sebelumnya. Sehingga, pasokan beras masih mencukupi, bahkan berlebihan. Menurut Usep, tren dari tahun-tahun sebelumnya, saat memasuki akhir tahun biasanya pasokan beras mulai menipis, karena masuk musim tanam. Saat itu, pasokan premium mulai digelontorkan Bulog ke pasaran dengan harapan menjaga harga tetap stabil.

Sedangkan untuk harga, beras premium Bulog yang diambil dari gudang saat ini dihargai Rp 9.100 per kilogram untuk butir patah 15 persen. Sedangkan untuk butir patah 10 persen, dihargai Rp 9.400 per kilogram. “Harga tersebut untuk pengambilan di gudang, minimal 50 kilogram,” jelasnya.

Sementara itu, untuk target serapan beras Jawa Tengah, hingga akhir Oktobe lalu telah mencapai 83 persen dari target yang ditentukan pada awal tahun. Yaitu sebanyak 418 ribu ton dari total target 505 ton. (dna/smu)