Wajib Memiliki Skill

296
PEMBINAAN: Anggota Komisi IV DPR RI Fadoli saat memberikan pembinaan kepada anggota paguyuban rias pengantin se Kabupaten Semarang (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
PEMBINAAN: Anggota Komisi IV DPR RI Fadoli saat memberikan pembinaan kepada anggota paguyuban rias pengantin se Kabupaten Semarang (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
PEMBINAAN:  Anggota Komisi IV DPR RI Fadoli saat memberikan pembinaan kepada anggota paguyuban rias pengantin se Kabupaten Semarang (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
PEMBINAAN: Anggota Komisi IV DPR RI Fadoli saat memberikan pembinaan kepada anggota paguyuban rias pengantin se Kabupaten Semarang (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Masyarakat diharapkan bisa berperan dalam pemberdayaan perempuan di Kabupaten Semarang terutama di desa-desa. Sehingga kaum hawa tidak menggantungkan diri sebagai karyawan pabrik, tetapi bisa memiliki usaha yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Optimalisasi pemberdayaan perempuan sangat penting agar para perempuan dapat memiliki keterampilan. Caranya dengan memberikan pendididikan ketrampilan,” tutur anggota Komisi IV DPR RI, Fadoli dalam refleksi kegiatan anggota Paguyuban Rias Pengantin Kabupaten Semarang di LPK Canthika di Desa Suruh, Kabupaten Semarang, kemarin.

Fadoli turun ke desa dalam resesnya mengapresiasi adanya lembaga pendidikan ketrampilan (LPK) Canthika di Desa Suruh yang memberikan pendidikan gratis rias pengantin bagi perempuan Desa. LPK ini menjadi bagian yang penting agar dapat meningkatkan ketrampilan masyarakat. Sebab mendidik para perempuan menjadi mandiri dengan memiliki usaha rias pengantin atau salon. “Harapannya perempuan desa bisa mandiri dan tak hanya menggantungkan pekerjaan di pabrik. Tetapi bisa berkarya nyata secara mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.

Pemilik LPK Cantika Desa Suruh, Puji Kartiningsih mengatakan, awalnya pihaknya hanya membuka usaha rias pengantin saja sekitar 15 tahun lalu. Setelah usaha berkembang, banyak warga sekitar yang ingin belajar, sehingga iapun akhirnya membuka secara resmi LPK Cantika yang melatih cara merias pengantin. Bahkan dengan adanya bantuan dari pemerintah, sehingga pihaknya dapat memberikan pendidikan secara gratis bagi para perempuan desa. “Kami berharap perempuan-perempuan di Kabupaten Semarang ini lebih maju. Sehingga kami membuka pendidikan rias,” kata Puji Kartiningsih. (tyo/fth)