“Meski ini masih Pra-PON, tapi kita ingin prestasi Jateng sudah terlihat. Yakni menjadi juara umum, tidak sekadar meloloskan atlet ke PON. Namun meloloskan semua atlet dari 21 nomor tersebut ke PON juga menjadi target kami,” tegas Soegiono, kemarin.

Tujuh medali emas tersebut diharapkan diperoleh dari nomor kyorugi sebanyak enam medali emas, serta satu dari poomsae. Meski begitu, Soegiono enggan menyebut siapa saja yang diprediksi merebut medali emas.

Keyakinan Pengprov TI Jateng tersebut, karena Pengprov TI Jateng sudah cukup lama menggelar pelatda intensif dengan pelatih asing asal Korea Selatan, bahkan mengirim seluruh atlet ke Korea Selatan untuk berlatih dan bertanding. “Jateng selama ini juga penyuplai atlet terbanyak di pelatnas. Sehingga wajar kalau kita menargetkan juara umum Pra-PON,” tandasnya.

Sementara pelatih pelatda taekwondo Jateng untuk nomor kyorugi, Hari Suprianto mengatakan, penentuan para atlet nomor kyorugi ke Pra-PON didasarkan pada beberapa aspek. Di antaranya evaluasi terhadap kemampuan atlet selama menjalani pelatda serta tes fisik yang terbaik.

Sisa waktu dua pekan sebelum berangkat ke Pra-PON, akan dimanfaatkan pelatih untuk sekadar menjaga kondisi, untuk menghindarkan atlet dari cedera. Apalagi, Senin (30/10) kemarin adalah hari terakhir untuk entry by name atlet peserta Pra-PON. “Kami dari tim pelatih siap untuk merealisasikan target pengurus yakni juara umum Pra-PON serta meloloskan semua atlet ke PON 2016,” tegas Hari. (smu)