PENIPUAN: Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto saat gelar perkara kasus penipuan kupon berhadiah dengan tujuh tersangka di Mapolda Jateng, Jumat (30/10). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENIPUAN: Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto saat gelar perkara kasus penipuan kupon berhadiah dengan tujuh tersangka di Mapolda Jateng, Jumat (30/10). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENIPUAN: Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto saat gelar perkara kasus penipuan kupon berhadiah dengan tujuh tersangka di Mapolda Jateng, Jumat (30/10). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENIPUAN: Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto saat gelar perkara kasus penipuan kupon berhadiah dengan tujuh tersangka di Mapolda Jateng, Jumat (30/10). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MUGASSARI – Tujuh warga Kecamatan Maritenggae Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, menjadi sindikat pelaku penipuan modus kupon berhadiah mobil dengan sasaran warga Jateng. Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Griya Payung Asri No 68 RT 1 RW 16 Kelurahan Pudak Payung, Banyumanik, Semarang. Sindikat yang terorganisasi ini mampu mengendalikan para korban melalui telepon seluler. Tidak main-main, mereka mampu mengeruk uang miliaran rupiah dari para korbannya.

Selain menyebarkan kupon hadiah di jalanan maupun di depan toko-toko kelontong, mereka juga bisa memasukkan kupon ’tipu-tipu’ tersebut ke berbagai macam kemasan produk. Di antaranya, dimasukkan atau menyelipkan kupon ke dalam kemasan makanan dan minuman ringan, mi instan berbagai merek, minuman Mizone, minyak goreng merek Bimoli, dan lainnya. Sehingga para korban banyak yang percaya dan teperdaya kupon berhadiah tersebut.