Kendaraan Luar Kota Dominasi Pelanggaran

390
DILEPAS PETUGAS : Salah satu angkutan umum asal Batang yang memasang semua stiker uji KIR, meski sudah tidak berlaku. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILEPAS PETUGAS : Salah satu angkutan umum asal Batang yang memasang semua stiker uji KIR, meski sudah tidak berlaku. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILEPAS PETUGAS : Salah satu angkutan umum asal Batang yang memasang semua stiker uji KIR, meski sudah tidak berlaku. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILEPAS PETUGAS : Salah satu angkutan umum asal Batang yang memasang semua stiker uji KIR, meski sudah tidak berlaku. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Pelanggaran lalu lintas yang terjadi di Kota Pekalongan, ternyata didominasi kendaraan luar kota. Hal itu terungkap dalam operasi rutin di jalur-jalur perbatasan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) Kota Pekalongan.

“Kami sengaja menggelar operasi di perbatasan dengan tujuan agar angkutan yang masuk Pekalongan lebih tertib,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Operasi (Dal Ops) Dishubparbud Kota Pekalongan, Henry Rudin saat menggelar operasi di Jalan Hoscokroaminoto Pekalongan Selatan, Jumat (30/10) kemarin.

Hasilnya, katanya, hampir semua angkutan barang dan orang yang melanggar aturan lalu lintas berasal dari luar kota. Di antaranya, KIR telat, tanpa bawa SIM dan STNK dan tidak memperbaharui izin trayek.