Bangunan Langgar Sempadan

310

SALATIGA – Perumahan PNS banyak yang sudah diserahkan kepada pemiliknya. Namun belakangan muncul masalah karena beberapa pemilik rumah di perum Praja Mulia, Argomulyo menambah bangunan hingga tepi jalan raya.

Dari pantauan di lokasi, jarak bangunan asli dengan jalan raya sekitar enam meter. Hal itu cukup masuk akal mengingat adanya jarak sempadan jalan. Namun kini oleh pemilik, bangunan tersebut justru dibangun maju hingga mepet dengan selokan umum dan hanya berjarak sekitar satu meter dari jalan raya.

Garis sempadan jalan merupakan garis batas pekarangan terdepan. Garis ini merupakan batas terdepan pagar halaman yang boleh didirikan. Oleh karena itu biasanya terdapat jalur untuk instalasi air, listrik, gas, serta saluran-saluran pembuangan. Pada garis sempadan jalan tidak boleh didirikan bangunan, kecuali jika berimpit dengan garis sempadan bangunan. “Saya belum tahu, tetapi mosok bisa dibangun sampai menempel jalan raya begitu? Apakah diperbolehkan dan ada ijin IMBnya?,” jelas salah satu PNS Pemkot Salatiga yang enggan disebutkan namanya.

Sumber lain bahkan pernah menyebut jika Satpol PP sudah pernah mendatangi lokasi pembangunan tersebut. Sementara pekerja di salah satu rumah yang depannya juga akan dibangun mengaku tidak tahu menahu soal ijin bangunan. Ia hanya menyatakan jika tentunya tidak dipermasalahkan mengingat rumah lain sudah sejak awal maju hingga tepi jalan. “Saya pikir tidak apa – apa. Nyatanya rumah – rumah yang lain sudah lebih dahulu maju dan tidak ada larangan apapun,” jelas dia.

Kepala Bagian Humas Setda Adi Setiarso saat dikonfirmasi menyatakan jika hingga kemarin belum ada permohonan ijin pembangunan yang menjorok hingga ketepi jalan. “Sesuai dengan regulasi yang ada, Badan Perijinan menandaskan jika sempadan jalan di jalan Argobogo Argomulya adalah sembilan meter. Jika ada bangunan baru dibangun kurang dari sempadan maka itu melanggar,” tegas Adi.(sas/fth)