45 Klub Otomotif Kecam Aksi Balap Liar

303
TAAT LALIN: Anggota klub otomotif menggelar aksi kecam balap liar. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari kepolisian lalu lintas. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAAT LALIN: Anggota klub otomotif menggelar aksi kecam balap liar. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari kepolisian lalu lintas. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAAT LALIN: Anggota klub otomotif menggelar aksi kecam balap liar. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari kepolisian lalu lintas. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAAT LALIN: Anggota klub otomotif menggelar aksi kecam balap liar. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari kepolisian lalu lintas. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 45 klub otomotif mengecam kelompok yang sering melakukan aksi balap liar di jalanan Kota Semarang. Kurang lebih 1.000 orang dari berbagai klub otomotif tumplek-blek menggelar aksi solidaritas di sepanjang Jalan Pahlawan, Kamis (29/10) malam.

Para anggota klub otomotif tersebut menegaskan bahwa para pembalap liar yang sering meresahkan warga dan pengendara di jalanan Kota Semarang bukan merupakan anggota klub motor. ”Kami mengecam adanya aksi balap liar. Sangat tidak setuju. Para pelaku balap liar itu sangat meresahkan. Selain membahayakan nyawa pengendara lain, juga membahayakan nyawa pelaku itu sendiri,” kata Sukirman, 45, warga Sumberejo, Mranggen, Demak, anggota Semarang Touring Club (STC).

Sukirman menyayangkan masih ada remaja yang suka balap liar. Dia menyarankan, sebaiknya para pembalap liar bersikap sportif. Jika memang bernyali sebagai seorang pembalap, seharusnya mengikuti ajang balapan resmi. ”Kalau hanya beraksi di jalanan, jelas tidak ada manfaatnya,” tegasnya.