Wadahi Komunitas Pengamen Jalanan dengan Panggung Musik

351
SOSIALISASI: Hartadi didampingi 2 asistennya melakukan sosialisasi TP4D di Kantor Kejati Jateng. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI: Hartadi didampingi 2 asistennya melakukan sosialisasi TP4D di Kantor Kejati Jateng. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RANGKUL PENGAMEN: Calon Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 3, Agus Sutyoso, memberikan kesempatan kepada pengamen jalanan untuk menunjukkan karya-karyanya saat menggelar dialog bersama di Balai RW 17 Srondol Wetan, Rabu malam.
RANGKUL PENGAMEN: Calon Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 3, Agus Sutyoso, memberikan kesempatan kepada pengamen jalanan untuk menunjukkan karya-karyanya saat menggelar dialog bersama di Balai RW 17 Srondol Wetan, Rabu malam.

SEMARANG – Tidak hanya melibatkan kaum elite saja dalam rancangan program kerjanya, pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso (Sibagus) membuktikan kesungguhan mereka dengan merangkul para pengamen jalanan untuk dilibatkan dalam membangun Kota Lunpia.

Hal itu dilakukan paslon nomor urut 3 ini ketika menggelar sosialisasi dan dialog bersama dengan Komunitas Pengamen Jalanan di Balai RW 17 Kelurahan Srondol Wetan, Rabu (28/10) kemarin. Malam itu, kedatangan Agus Sutyoso yang mewakili Sigit Ibnugroho disambut dengan jingle Sibagus yang dibawakan para pengamen jalanan. Sontak, Agus ikut bernyanyi dan pengiring musik pun makin semangat.

Setelah sesaat bermesraan lewat musik, beberapa pengamen jalanan mencurahkan isi hati mereka mengenai nasib komunitasnya. Harus kucing-kucingan dengan petugas keamanan agar tidak digaruk. Padahal, jika dipikir secara nalar, para pengamen jalanan bukanlah pembuat masalah. Mereka hanya turun ke jalan dan bermain musik untuk mengais rezeki.