Taekwondo dan Tarung Derajat Paling Bisa Diharapkan

Cabor Beladiri di PON XIX/Jabar 2016

1000

Selain taekwondo, cabor tarung derajat juga masih sangat bisa diharapkan. Pada Pra-PON lalu yang berlangsung di Soreang, Kabupaten Bandung, provinsi ini keluar sebagai juara umum dengan raihan empat medali emas, tiga perak, dan dua perunggu. Jateng meloloskan sembilan kelas dan dua nomor seni ke PON XIX/Jabar 2016.

Hartono mengatakan, Jateng saat ini adalah yang terbaik di olahraga tarung derajat. Meraih juara umum pada PON 2012 lalu di Riau, Pengprov Kodrat Jateng cukup konsisten membina atlet berprestasi dan kekuatan Jateng kembali terlihat di Pra-PON. “Hanya saja Kodrat Jateng tidak mau jumawa, dan hanya menargetkan dua medali emas. Cukup beralasan karena PON berlangsung di Jabar yang merupakan daerah asal olahraga tarung derajat. Tapi saya yakni tarung derajat bisa dapat lebih dari dua medali emas,” ungkap Hartono.

Sementara, mengacu pada hasil Pra-PON, kejurnas terakhir, serta melihat persaingan antar-provinsi saat ini, cabor beladiri lain cukup realistis di PON 2016 mendatang. Seperti Judo, Karate, Kempo dan Tinju, diprediksi hanya mampu merebut satu medali emas.

“Pencak silat dalam hal ini IPSI cukup optimistis. Mereka yakin merebut tiga medali emas PON. Tapi karena Pra-PON masih akan berlangsung 2-8 November, dan di PON 2012 lalu Jateng gagal merebut medali emas, kita masih akan lihat dulu seperti apa hasil Pra-PON nanti,” tandas Hartono.

Cabor beladiri lain, wushu, berharap bisa merebut dua medali emas dari nomor sanda atau tarung. Cukup beralasan karena di Pra-PON September lalu berhasil meraih dua medali emas, tiga perak dan dua perunggu serta meloloskan Sembilan atlet ke PON 2016.

Sementara cabor beladiri yang kurang diperhitungkan adalah gulat. Selain prestasinya sama sekali tidak nampak pada satu tahun terakhir, organisasi yang menaungi yakni PGSI tengah kisruh. (smu)