SIA-SIA: Bakori Andreas, salah satu pemain muda PSIS yang cukup moncer. Sayang kondisi sepak bola Indonesia tak kondusif sehingga para pemain muda tidak bisa mencicipi kompetisi. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIA-SIA: Bakori Andreas, salah satu pemain muda PSIS yang cukup moncer. Sayang kondisi sepak bola Indonesia tak kondusif sehingga para pemain muda tidak bisa mencicipi kompetisi. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIA-SIA: Bakori Andreas, salah satu pemain muda PSIS yang cukup moncer. Sayang kondisi sepak bola Indonesia tak kondusif sehingga para pemain muda tidak bisa mencicipi kompetisi. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIA-SIA: Bakori Andreas, salah satu pemain muda PSIS yang cukup moncer. Sayang kondisi sepak bola Indonesia tak kondusif sehingga para pemain muda tidak bisa mencicipi kompetisi. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Meski belum jelas kapan kompetisi akan diputar, namun tim PSIS Semarang saat ini mulai merapatkan barisan. Rabu (28/10) malam lalu, jajaran direksi dan manajemen tim berjuluk Mahesa Jenar itu mulai membahas rancangan masa depan tim.

CEO PT Mahesa Jenar Semarang, AS Sukawijaya mengatakan, tim Mahesa Jenar tetap akan berada di jalur visi mereka yaitu menggunakan pemain-pemain muda sebagai daya dobrak tim seperti dua musim terakhir ini.

Selain terbukti lebih efektif, pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu mengatakan, pemain muda merupakan aset penting dalam sebuah tim sepak bola tidak hanya untuk musim ini, namun juga untuk masa depan klub. ”Klub-klub Eropa banyak yang memainkan pemain muda dan terbukti cukup efektif baik untuk mengangkat prestasi tim maupun untuk masa depan tim. Tak ada salahnya, kebijakan tersebut mulai diterapkan di PSIS,” kata Yoyok Sukawi.