JUARA MENDONGENG : Pimpinan Bank Jateng Cabang Kajen, Imam Hanafi, saat menyerahkan hadiah kepada juara I lomba mendongeng, Ika Yuliati, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JUARA MENDONGENG : Pimpinan Bank Jateng Cabang Kajen, Imam Hanafi, saat menyerahkan hadiah kepada juara I lomba mendongeng, Ika Yuliati, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELATIHAN: Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Siti Atiqoh Ganjar Pranowo memberikan paparan kepada para kader mengenai menjaga kehamilan agar anak dan ibu lahir sehat. (istimewa)
PELATIHAN: Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Siti Atiqoh Ganjar Pranowo memberikan paparan kepada para kader mengenai menjaga kehamilan agar anak dan ibu lahir sehat. (istimewa)

SEMARANG – Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Indonesia hingga saat ini masih tinggi. Secara nasional dari 100 ribu kelahiran, AKI melahirkan mencapai 300 orang. Sedangkan untuk Jawa Tengah AKI melahirkan sekitar 118 orang per 100 ribu kelahiran.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Siti Atiqoh Ganjar Pranowo mengungkapkan, hingga saat ini Jawa Tengah menduduki peringkat AKI tertinggi no 2 setelah Jawa Barat. Tingginya AKI tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti terlalu sering melahirkan, terlalu muda saat melahirkan, keterlambatan dalam pengambilan keputusan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan (operasi), serta anemia.

”Kondisi yang ada saat ini hampir 80 persen remaja di Jateng mengalami anemia. Faktor pemicunya, anggapan bahwa tubuh kurus indikator kecantikan seseorang. Karena itu para remaja-pun berlomba untuk diet, namun dengan cara yang salah,” ungkap Atiqoh di sela Pelatihan Dokter, Bidan, Tenaga Kesehatan, Kader Posyandu, Lansia dan Anggota PKK dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Tentang Kesehatan Ibu Hamil dan Keluarga Berencana di Akademi Kebidanan Karsa Mulya, kemarin.