Hibah Dual Degree Rp 100 Tiap Mahasiswa

226

SEMARANG – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus mendorong perguruan tinggi (PT) untuk melakukan kerja sama dengan PT di Luar negeri, lewat bantuan dana hibah.

”Kami memberi bantuan dana untuk dialokasikan ke sejumlah pos. Tahun ini sedikitnya 18 PT akan mendapat dana hibah untuk program dual degree. Dana hibah tersebut diberikan untuk mahasiswa yang akan mengambil kuliah program dual degree di luar negeri, berkisar Rp 50 juta sampai Rp 100 juta per mahasiswa,” jelas Kepala Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Dirjen Dikti, Kemenristekdikti, Purwanto Subroto, Kamis (29/10).

Dia mengatakan hal itu di hadapan perwakilan PT dari sejumlah daerah termasuk luar Jawa, saat memberi inisiasi program tersebut di kampus Unissula Semarang, kemarin- yang dibuka oleh Rektor Unissula Anis Malik Thoha. Program dual degree sendiri adalah program studi yang pada akhir perkuliahannya, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh dua gelar kesarjanaan, bisa dari dalam negeri dan luar negeri. ”Untuk program dual degree bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan MoU dengan mitra yakni perguruan tinggi luar negeri,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unissula Anis Malik Thoha mengatakan selain dual degree, ada sejumlah program di bidang pendidikan lainnya yang telah berlangsung. Sebelumnya telah dialokasikan sedikitnya Rp 2,4 miliar untuk program penguatan kerja sama international officer atau Kantor Urusan Internasional (KUI). ”Beberapa kerja sama lain yakni penelitian antardosen, pertukaran mahasiswa, double degree, dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Sementara itu, ketua panitia pengarah Retno Dewi Fajriati mengatakan, sebelum menjaring dan menjalin kerja sama hubungan ke luar, diharapkan program penguatan kerja sama international officer atau KUI terlebih dulu matang secara internal. Selebihnya baru dilaksanakan memperkuat jejaring secara internasional. ”Penguatan itu bagaimana manajemen KUI yang baik dan benar. Bukan semata bagaimana kampus mencari upaya menjalin kerja sama internasional,” paparnya. (ewb/zal/ce1)