DIINTEROGASI : Tanuri, DPO tersangka judi yang menjabat sebagai perangkat Desa Yosorejo, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, saat diperiksa di Polres Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIINTEROGASI : Tanuri, DPO tersangka judi yang menjabat sebagai perangkat Desa Yosorejo, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, saat diperiksa di Polres Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MISI KEMANUSIAAN: Direktur Leprid Paulus Pangka (ke-4 dari kanan) berfoto bersama usai menyerahkan penghargaan kepada Rumah Singgah Lentera. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MISI KEMANUSIAAN: Direktur Leprid Paulus Pangka (ke-4 dari kanan) berfoto bersama usai menyerahkan penghargaan kepada Rumah Singgah Lentera. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) menganugerahkan prestasi baru, berbeda dari prestasi-prestasi sebelumnya. Prestasi kali ini diberikan karena adanya aksi sosial pendirian rumah singgah dan panti asuhan yang khusus untuk anak-anak terinfeksi HIV/AIDS. Namanya Rumah Singgah Lentara di Jalan Kaba Timur No 5 Tandang, Tembalang, Semarang. Dalam buku Leprid kali ini, mencatatnya sebagai prestasi dalam misi kemanusiaan.

Dua piagam, 1 medali, dan 1 buku Leprid masing-masing diberikan kepada Yunus Prasetyo, pendiri Rumah Lentera Pusat di Solo; Tya Hendrar Prihadi, serta Maria Magdalena Endang Sri Lestari alias Lena, pimpinan Rumah Lentera di Kota Semarang. Penyerahan penghargaan disaksikan Romo Hartono.

Direktur Leprid Paulus Pangka mengatakan, Rumah Lentera layak dicatat sebagai prestasi yang sangat menginspirasi pada kepedulian sosial terhadap anak-anak penderita HIV/AIDS.