Peringati Sumpah Pemuda, Ajak Masyarakat Peka

271
MODEL BERSERTIFIKAT: Delapan talent Hijabku Models Management yang siap bersaing di dunia hijab model di Semarang. (ARRIBATH SAKHA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MODEL BERSERTIFIKAT: Delapan talent Hijabku Models Management yang siap bersaing di dunia hijab model di Semarang. (ARRIBATH SAKHA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMANGAT PEMUDA: Puluhan mahasiswa menggelar aksi damai untuk membangkitkan semangat pemuda, di depan halaman Pemprov Jateng. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMANGAT PEMUDA: Puluhan mahasiswa menggelar aksi damai untuk membangkitkan semangat pemuda, di depan halaman Pemprov Jateng. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2015 kemarin, menjadi momentum bagi para pemuda untuk kembali bersatu dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab, saat ini masyarakat cenderung acuh dan tidak peduli terhadap kehidupan sekitar.

”Minimal mulai hari ini (kemarin, Red) kita bersama-sama saling mengingatkan satu sama lain untuk peka terhadap keadaan sekitar kita. Tidak menyalahkan satu sama lain, tetapi memberi masukan serta solusi dan ikut berpartisipasi,” ungkap salah satu mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang Zaka Imtiyas saat menggelar aksi simpatik bersama ratusan mahasiswa lainnya di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (28/10).

Selama kurang lebih satu jam, mereka memperagakan bagaimana upaya para pelajar terdahulu yang ingin menyatukan seluruh pemuda yang ada di wilayah Indonesia. Waktu itu, ego kedaerahan dari masing-masing pihak masih tinggi. Misalnya, dari Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamiten Bond, Jong Ambon, dan lain sebagainya. ”Dengan tekad dan semangat yang kuat, akhirnya semua bisa bersatu dan lahirlah apa yang disebut Sumpah Pemuda,” imbuh Zaka.