DEMONTRASI: Sejumlah mahasiswa melakukan aksi terkait dengan pembredelan majalan Lentera Fiskom UKSW. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang)
DEMONTRASI: Sejumlah mahasiswa melakukan aksi terkait dengan pembredelan majalan Lentera Fiskom UKSW. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang)
RINDU KEPEMIMPINAN: Para pedagang Pasar Bulu berfoto bersama dengan calon Wali Kota Semarang Soemarmo HS saat berkunjung ke pasar tersebut, kemarin. (ISTIMEWA)
RINDU KEPEMIMPINAN: Para pedagang Pasar Bulu berfoto bersama dengan calon Wali Kota Semarang Soemarmo HS saat berkunjung ke pasar tersebut, kemarin. (ISTIMEWA)

SEMARANG – Aktivitas di dalam Pasar Bulu hingga kini belum sesuai harapan. Bangunan megah yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah itu seakan muspro karena belum berfungsi optimal. Banyak pedagang yang mengeluh sepi pembeli. Zonasi pedagang juga belum berjalan sesuai perencanaan. Hal itu membuat sejumlah pihak merasa prihatin. Salah satunya calon Wali Kota Semarang Soemarmo HS.

Kemarin, calon wali kota nomor urut 1 itu berkunjung ke Pasar Bulu. Dia melihat kondisi bangunan modern Pasar Bulu yang perencanaan pembangunannya dimulai saat kepemimpinannya. Namun sangat disayangkan, bangunan tidak terkelola dengan baik. Bahkan pedagang banyak yang mengeluh.

Seperti yang diungkapkan salah satu pedagang sembako, Siti Arya. Ia mengaku, sejak menempati bangunan baru Pasar Bulu, omzet penjualannya menurun drastis. Sejumlah penyebab sepinya pasar, menurut pedagang, di antaranya akses jalan yang terbatas untuk pembeli, serta banyak toko-toko kosong yang dikuasai oknum. Ia berharap kepada Soemarmo bisa melakukan penataan ulang jika terpilih menjadi Wali Kota Semarang periode 2016-2021.