TUNGGU NASIB: Pegulat Jateng, Sulistiono (merah) menjadi salah satu pegulat yang diharapkan masih bisa menjadi kekuatan Jateng di kelas grekho 98kg pada babak kualifikasi PON mendtanang. (BASKORO SEPTIADI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNGGU NASIB: Pegulat Jateng, Sulistiono (merah) menjadi salah satu pegulat yang diharapkan masih bisa menjadi kekuatan Jateng di kelas grekho 98kg pada babak kualifikasi PON mendtanang. (BASKORO SEPTIADI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Coaching staff dan pegulat Jateng yang saat ini tengah menjalani Pelatda di Jalan Gunung Sawo, Semarang, berharap banyak kontingen gulat Jateng bisa segera fokus menatap babak kualifikasi PON saat ini menyisakan waktu kurang dari sebulan.

Kalau memang belum ada titik temu atas permasalahan yang kini menghinggapi kontingen gulat dan Pengprov PGSI Jateng, pelatih senior pelatda gulat, Choirus Salim mengatakan, KONI Jateng diharapkan bisa mengambil alih dalam pengiriman para pegulat Jateng, yang akan bersaing pada Pra PON di Malang, November mendatang.

Meskipun sesungguhnya KONI tak memiliki wewenang untuk mencampuri urusan internal pengprov PGSI, namun Choirus Salim menduga Pengprov PGSI akan tetap mengirimkan para pegulat baru yang kini berlatih di GOR Jatidiri untuk tampil di Pra PON padahal menurutnya secara teknik kualitasnya masih di bawah 15 pegulatnya yang sudah terseleksi lewat Kejurda.