MELANGGAR: Petugas menyegel sebuah bangunan tanpa izin di Jalan Potrosari Tengah 8 Kelurahan Srondol Kulon yang akan dijadikan tempat usaha isi ulang air mineral, Jumat (23/10) kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELANGGAR: Petugas menyegel sebuah bangunan tanpa izin di Jalan Potrosari Tengah 8 Kelurahan Srondol Kulon yang akan dijadikan tempat usaha isi ulang air mineral, Jumat (23/10) kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BARTER AKIK: Anggota Komunitas Bursa Batu Mulia Akik Semarang dan Sekitarnya menggalang bantuan masker yang dibarter dengan batu akik. (AJIE MAHENDRA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BARTER AKIK: Anggota Komunitas Bursa Batu Mulia Akik Semarang dan Sekitarnya menggalang bantuan masker yang dibarter dengan batu akik. (AJIE MAHENDRA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kabut Asap yang melanda sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan mengundang banyak perhatian. Tidak terkecuali anggota Komunitas Bursa Batu Mulia Akik Semarang dan Sekitarnya atau BBM ASDS. Mereka berencana mengolah keeksotisan batu akik untuk melawan kabut asap. Seperti apa caranya?

AJIE MAHENDRA

MELAWAN kabut asap dengan seonggok batu akik mungkin sebuah hal yang mustahil. Tapi di tangan anggota Komunitas BBM ASDS, batu yang tengah ngeboom ini cukup membantu untuk menolong korban kabut asap di Sumatera dan Kalimantan.

”Jadi kami membuat program bantuan masker bagi warga Riau, Pekanbaru, Pangkalan Bun dan daerah lain yang terkena bencana kabut asap. Caranya gampang, warga tinggal datang membawa bantuan masker, berapa pun jumlahnya. Dan sebagai penghargaan, akan kami berikan batu akik sebagai kenang-kenangan,” terang Ketua BBM ASDS Amin kepada Jawa Pos Radar Semarang.