KUNCI sukses bagi Suparlan, 30, Executive Housekeeper Grand Wahid Hotel Salatiga, bekerja harus didasari keyakinan yang kuat. Dari keyakinan tersebut, efeknya akan dirasakan oleh para tamu atau orang di sekeliling.

“Ketekunan dan keyakinan merupakan suatu kunci dasar dalam bekerja sehingga kepuasan diri dapat dirasakan juga oleh tamu yang menginap,” kata pria kelahiran Karanganyar, 27 Agustus 1985 yang tercatat aktif dalam kepengurusan BPD Indonesian Housekeeper Association (IHKA) Jawa Tengah.

Prinsip Suparlan tersebut terbangun sejak awal merintis karir dari bangku SMK. Hingga kemudian melanjutkan kuliah di bidang perhotelan di IHS Solo yang membawanya menjadi siswa PKL di Melia Purosani Hotel Jogjakarta. Hingga tahun 2005, Suparlan mulai mengawali karir di Kota Salatiga.

Pria yang mempunyai hobi traveling dan touring ini, mengaku memilih berkarir di Salatiga karena suasana Kota Salatiga tidak jauh berbeda dengan kampung halamannya di Jenawi, Karanganyar. Bahkan, tidak terasa dirinya telah 10 tahun bekerja dan menetap di Kota Salatiga.

Sementara itu, sebagai pengurus di BPD IHKA, ia telah berhasil menyelenggarakan Seminar IHKA Jateng pada 19 September lalu. Dimana Grand Wahid Hotel Salatiga sebagai tuan rumah. Acara tersebut dihadiri para Executive Housekeeper dan Housekeeper dari hotel lain yang datang ke Salatiga. (sas/ida)