Menurutnya, soal pilihan, KPU menyerahkan kepada warga untuk memilih satu dari dua pasangan calon yang sudah ditetapkan KPU. Yakni, pasangan nomor 1 Widya Kandi Susanti-Muhammad Hilmi (Wali) dan pasangan nomor 2 Mirna Annisa-Masrur Masykur (Manis Bersyukur).

Salah seorang PSK, Dewi, 25 (bukan nama sebenarnya) mengaku, sudah mengetahui adanya Pilkada 9 Desember mendatang. Namun dirinya tidak mengenal dua pasangan calon. “Hanya tahu nama saja, tapi belum ada yang sosialisasi ke lokalisasi,” tuturnya.

Ketua Resosialisasi Gambilangu, Kasmadi, mengakui memang belum ada pasangan calon yang datang ke lokalisasi. Namun ia berharap, siapapun nanti bupati terpilih agar ikut menyejahterakan para PSK. Yakni, dengan memberikan pelatihan dan pemberian modal usaha.

“Bagaimanapun Resosialisasi Gambalingu ini adalah bagian wilayah Kendal. Sehingga harus diperhatikan. Termasuk pencegahan penyebaran HIV/AIDS bisa ditangani secara bersama-sama,” katanya.

Bukan hanya soal pencegahan penularan HIV/AIDS saja, hal penting lainnya adalah pengentasan para PSK dan mucikari. Yakni, dengan pemberian pelatihan keterampilan dan modal usaha. Sehingga mereka bisa mandiri tanpa harus bekerja sebagai wanita tuna susila. “Jika tidak ada program pengentasan, maka para PSK dan mucikari ini akan selamanya bekerja seperti ini,” ujarnya. (bud/aro)