16 Karateka Jateng Raih Tiket PON

218

SEMARANG – Tim karate Jateng meraih satu medali emas, satu perak dan dua perunggu dalam babak Pra-PON cabang karate yang berakhir Selasa (27/10) di Medan, Sumut.

Satu-satunya medali emas dipersembahkan oleh Anggoro di nomor kumite kelas -67 kg.

Dalam babak final, Anggoro menumbangkan atlet langganan Pelatnas, Jintar Simanjuntak (Sumut). Sedangkan medali perak diraih oleh Desi Ariasanti di nomor kata perseorangan putri. Dua perunggu Jateng, masing-masing Vina Nur Wijayanti(kumite -68 putri) dan Garuda Mahameru (-55 kg putra).

Menurut Sekum Pengprov FORKI Jateng Andriansyah dengan raihan tersebut, Jateng berada pada urutan keenam dari 34 provinsi. Urutan teratas hingga kelima adalah Sulsel, Sumut, DKI Jakarta, Jatim dan Bali.

Andri juga menyebut, meskipun hanya bisa membawa pulang satu emas, satu perak dan dua perunggu, namun Jateng telah meloloskan 14 kelas dari ttal 15 kelas yang akan dipertandingkan di PON.
”Prestasi ini menyamai Pra-PON tahun 2011. Jika dulu kelas kata beregu putri yang tak lolos, tapi kali ini kumite -61 putri yang gagal. Dari 14 kelas tersebut, Jateng bisa meloloskan 16 karateka karena ada nomor beregu,” katanya.

Di cabang karate, untuk bisa lolos adalah masuk 12 besar, sedangkan kumite masuk delapan besar.”Ada beberapa target yang meleset. Di nomor beregu putra-putri, kita hanya ranking kelima. Mestinya bisa masuk tiga besar,” tambahnya.

Soal evaluasinya dari hasil tersebut, dia menilai pada faktor jam terbang. Dia mengatakan akan mengajukan ke KONI Jateng agar pada pelatda PON nanti atletnya bisa menambah teknik dan ilmu melalui try out.

Dia merencanakan akan menyusun try out ke luar negeri dan dalam negeri. Negara yang disasar alternatifnya Jepang dan Thailand. Sedangkan Sulteng dan Bali menjadi pilihan untuk menggelar try out di dalam negeri. (bas)