DISUMPAH: Dodik Hermawan saat dilantik Kejari Semarang untuk memimpin TP4D. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISUMPAH: Dodik Hermawan saat dilantik Kejari Semarang untuk memimpin TP4D. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGANGGU : TPS yang berada di depan SMK Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, dikeluhkan warga yang sedang mengantra putra-putrinya sekolah. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGANGGU : TPS yang berada di depan SMK Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, dikeluhkan warga yang sedang mengantra putra-putrinya sekolah. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara yang tepat berada di depan SMK Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, sudah sepekan terakhir dikeluhkan warga sekitar. Khususnya para wali murid yang akan mengantar dan menjemput putra-putrinya sekolah.

Pasalnya, TPS tersebut tidak saja menimbulkan bau yang tak sedap, juga membuat lingkungan sekolah menjadi kotor, karena banyaknya sampah yang berserakan. Apalagi, kini TPS tersebut menjadi tujuan tempat pembuangan sampah baru bagi warga Perumahan yang berada di sebelah SMK.

Hadi Waluyo, 52, warga Kelurahan Kedungwuni Barat, yang rumahnya tak jauh dari TPS tersebut, merasa terganggu. Menurutnya, TPS tersebut telah diletakkan tidak pada tempatnya. “Selain itu, tumpukan sampah yang meluber, terkadang tidak diambil lebih dari tiga hari,” keluhnya.