SEMARANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I bekerja sama dengan Yayasan Terang Bangsa mengadakan sosialisasi Tahun Pembinaan Wajib Pajak (TPWP) 2015. Kegiatan sosialisasi seperti ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan agar Wajib Pajak (WP) dapat memahami bahwa membayar pajak bukanlah sekadar rutinitas menyetor uang ke kas negara, namun diharapkan dapat menimbulkan kesadaran bahwa membayar pajak juga merupakan wujud bakti kepada Tuhan.

Penegasan ini dikemukakan Kepala Bidang Pelayanan Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat, Eka Damayanti Unggianingsih yang mewakili Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I, kepada jemaat Gereja Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Injil Kerajaan Semarang. Kegiatan yang berlangsung di Kapel kompleks Yayasan Terang Bangsa tersebut dihadiri oleh 130 jemaat dan perwakilan Account Representative (AR) dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) se-Kota Semarang.

Sedangkan Kepala KPP Pratama Semarang Barat, Aan Alamidah Anwar, memaparkan arti penting pajak bagi kehidupan bernegara. ”Membayar pajak bukan hanya kewajiban rakyat kepada negara, namun merupakan bentuk tanggung jawab kita sebagai manusia dalam memelihara saudara-saudara kita yang tidak mampu,” tegasnya.

Aan juga menjelaskan mengenai TPWP 2015, di mana selama tahun 2015 DJP memberikan kesempatan seluas-luasnya dan mendorong WP untuk mendaftarkan diri untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT), membetulkan SPT serta melakukan pembayaran pajak. DJP akan menghapus sanksi administrasi berupa bunga dan denda atas keterlambatan pembayaran dan pelaporan pajaknya.

DJP meminta kepada masyarakat untuk mendukung suksesnya TPWP 2015 dan mengajak seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah, pelaku bisnis, dan stakeholder untuk mendukung kebijakan ini guna pencapaian kemandirian pembiayaan pembangunan nasional.

Selain itu bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang (Unnes), KPP Pratama Semarang Barat menggelar acara stadium general dengan tema Menjadi Bangsa Berdaulat di pelataran gedung A3 FIP Unnes. Acara tersebut menghadirkan tiga pembicara, Kepala KPP Pratama Semarang Barat, Aan Almaidah Anwar, Guru Besar Unnes, Prof Ir Saratri Wilonoyudho, dan vokalis band Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe), dengan moderator dosen Unnes, Ilyas serta dimeriahkan oleh grup gamelan modern Mas Karebet dari Salatiga. (tya/ric/ce1)