UNGARAN – Sumbangan dana kampanye tim sukses (timses) pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Semarang telah dilaporkan ke KPU Kabupaten Semarang. Sumbangan timses paslon Nur Jatmiko-Mas’ud Ridwan (Jatimas) paling banyak dibanding lawannya Mundjirin – Ngesti Nugraha (Mukti).

Dari pengumuman yang disampaikan KPU, sumbangan dana kampanye yang diterima timses Mukti terhitung sejak 25 Agustus 2015 hingga 15 Oktober 2015 sebesar Rp 869.575.000. Sedangkan paslon Jatimas periode 27 Agustus 2015 sampai 16 Oktober 2015 sebesar Rp 900 juta. Sumbangan timses Mukti berwujud uang tunai hasil iuran dari Mundjirin, Ngesti Nugraha, PDI Perjuangan, Gerindra dan PAN. Sisanya, berasal dari sumbangan pihak lain perorangan, yakni dari Bondan Maruto Hening, The Hok Hiong, Yuriyah, Puji Pramujito, Agus Rujianto, Asfaryanti Ratnaningsih dan Bambang Dwi Nursetiono.

Sementara untuk timses Jatimas, sumbangan Rp 900 juta hanya dalam bentuk barang yang berasal dari Nur Jatmiko dan Mas’ud Ridwan. Terlaporkan dalam lima kali penerimaan, yakni tanggal 2 dan 4 September 2015 serta tanggal 2,3 dan 10 Oktober 2015.

“Sumbangan Jatimas paling banyak sekitar Rp 30.425.000 ketimbang timses Mukti. Laporan dari Timses tersebut akan diaudit oleh kantor akuntan publik,” tutur anggota KPU Kabupaten Semarang Aris Mufid, Senin (26/10) kemarin.

Anggota KPU lainnya, Ridho Pakina, menambahkan, sesuai Peraturan KPU No 8 Tahun 2015 tentang Dana Kampanye Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Dalam aturan tersebut sumbangan dana kampanye dilarang berasal dari asing, BUMN, BUMD dan pemerintah, termasuk sumbangan yang tidak jelas asal usulnya. “Sumbangan perseorangan dibatasi paling banyak Rp 50 juta per orang dan sumbangan dari lembaga atau badan usaha swasta maksimal Rp 500 juta,” ungkapnya. (tyo/aro)