BARUSARI – Rasa jengkel tak mampu disembunyikan Farida, 34, warga Kalipancur Semarang. Ia merasa ditipu oleh teman dekatnya, Ria, yang tinggal di daerah Tegalsari, Semarang. Akibatnya, mobil Honda Jazz nopol H-9054-AD miliknya raib.

Tidak terima atas kejadian yang menimpanya tersebut, Farida akhirnya melaporkan teman dekatnya, Ria, di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. ”Kasus penipuan ini bermula dari jual beli mobil. Awalnya, saya bermaksud menjual mobil Honda Jazz milik saya. Dia berminat membelinya,” kata Farida saat melapor kepada petugas di SPKT Polrestabes Semarang, Selasa (27/10).

Dijelaskannya, mobil tersebut dijual senilai Rp 105 juta. Dalam proses jual beli tersebut, terlapor baru membayar uang muka Rp 50 juta. Mobil tersebut telah dibawa. Sedangkan kekurangan uang Rp 55 juta belum dibayar. Akan tetapi mobil tersebut saat ini raib entah di mana. ”Sementara terlapor tidak memiliki iktikad baik untuk membayar kekurangan uang pembelian mobil tersebut,” terangnya.

Transaksi jual beli mobil tersebut dilakukan antara pelapor dan terlapor pada 27 Desember 2014 di warung es yang terletak di depan Kantor Dinas Pemadam Kebakaran, Jalan Madukoro, Semarang. ”Mobil beserta surat-surat kendaraan saya serahkan kepada terlapor. Dia cuma membayar uang muka Rp 50 juta,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Farida, Ria saat itu memang meminta agar mobil beserta surat-suratnya, yakni BPKB dan STNK diserahkan lebih dulu untuk dijaminkan. Sedangkan uang pelunasan dijanjikan akan segera dibayar setelah mendapat uang. ”Saya tidak keberatan dan percaya saja karena memang teman dekat yang sudah lama kenal,” katanya.

Namun demikian, hingga kini kekurangan pembayaran pembelian mobil tersebut tidak dilunasi. Pelapor mengaku telah berusaha menagih janji kepada terlapor agar segera melunasi pembelian mobil tersebut. Namun demikian, terlapor hingga kini terus beralasan macam-macam. Bahkan pelapor terenyak saat mendapati bahwa mobil tersebut saat ini tidak diketahui keberadaannya. (amu/zal/ce1)