Taman Kota Jadi Lokasi Mesum Pelajar

359

SALATIGA – Pasangan mesum yang terpergok dan tertangkap petugas keamanan di taman kota Bendosari kebanyakan merupakan pelajar. Setelah tertangkap, biasanya pelajar di urus oleh orang tua maupun guru dan menandatangani surat penyataan diatas materai.

Hal itu diungkapkan petugas keamanan di taman Bendosari, Anton Sudiyono, 43, kemarin. “Kebanyakan yang tertangkap berbuat mesum adalah pelajar sekolah menengah atas maupun SMK. Semua yang tertangkap kita proses seperti yakni dengan membuat surat pernyataan dan mereka bisa pulang setelah dijemput orang tua atau guru,” jelas Sudiyono.

Dia menambahkan, kebanyakan pelaku datang dengan menggunakan sepeda motor dan duduk berduaan di semak – semak. Waktu paling rawan antara sore hingga pukul 21.00 malam. Biasanya pengunjung datang dengan menggunakan sepeda motor dan diparkir dilahan yang sediakan kemudian mereka turun ke bawah.

Sebelum menangkap, Sudiyono biasanya memastikan aksi yang dilakukan para pengunjung. Jika sudah membuka pakaian dan mengeluarkan alat vital, maka pelaku akan langsung dibekuk. Jumlah keseluruhan hingga September memang cukup banyak. “Dulu sebelum dijaga memang namanya taman mesum karena saking banyaknya pasangan yang berbuat mesum di lokasi ini,” jelas ia.

Aturan lain yag diberlakukan adalah larangan pelajar masuk ke taman kota sebelum pukul 12 siang. Regulasi ini dimaksudkan untuk mengantisipasi pelajar yang membolos sekolah.

Petugas lainnya Suparman, tenaga kebersihan di taman kota menambahkan jika setiap hari terdapat 10 tenaga kebersihan dan keamanan taman. Petugas keamanan dibagi menjadi dua sift yakni pagi dan malam. “Kami bernaung di bawah kantor Lingkungan Hidup dan sudah lebih dari dua tahun bertugas di taman Kota,” jelas pria asal Sumogawe tersebut.

Sementara dalam pantauan kemarin siang, lokasi taman kota memang cukup potensial untuk mojok di kegelapan malam. Pasalnya, banyak sekali pohon dan jarak tempat duduknya cukup jauh dari keramaian.(sas/fth)