MERIAH: Siswa KB/TK hingga SD bersemangat saat mengikuti lomba mewarnai dan menggambar di area pameran buku murah di depan Masjid Agung Demak, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
MERIAH: Siswa KB/TK hingga SD bersemangat saat mengikuti lomba mewarnai dan menggambar di area pameran buku murah di depan Masjid Agung Demak, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
TAK ADA PEMASUKAN: Karena komptisi vakum dan kondisi persepakbolaan Indonesia tak juga membaik, ratusan wasit dan perangkat pertandingan asal Jawa Tengah saat ini menganggur. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK ADA PEMASUKAN: Karena komptisi vakum dan kondisi persepakbolaan Indonesia tak juga membaik, ratusan wasit dan perangkat pertandingan asal Jawa Tengah saat ini menganggur. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Vakumnya kompetisi di semua level selama hampir setahun ini ternyata imbasnya juga tidak hanya dirasakan oleh tim, pemain maupun pelatih saja. Perangkat pertandingan baik pengawas pertandingan maupun wasit juga harus menanggung situasi ini.

Untuk perangkat pertandingan, praktis kompetisi resmi menjadi satu-satunya harapan mereka untuk mengembangkan karir sebagai pengadil lapangan. Meskipun di beberapa turnamen mereka juga masih sering terlibat.

“Kalau pemain masih bisa bermain di level sepak bola antar kampung (tarkam), kalau wasit? Otomatis kompetisi resmi menjadi tujuan utama wasit. Meskipun di beberapa turnamen ada panitia yang meminta bantuan wasit dengan lisensi tertentu, itupun tidak semua paling hanya di pertandingan-pertandingan krusial,” terang Komisi Wasit Asprov PSSI Jateng, Supriyanto.