Prihatin terhadap Anak Jalanan

692
HADAPI MEA: Calon Wali Kota Semarang nomor urut 1 Soemarmo (kemeja kuning) dan calon Wali Kota nomor urut 3 Sigit Ibnugroho, saat memberikan inovasinya untuk menghadapi MEA, di kampus Tembalang, Undip, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HADAPI MEA: Calon Wali Kota Semarang nomor urut 1 Soemarmo (kemeja kuning) dan calon Wali Kota nomor urut 3 Sigit Ibnugroho, saat memberikan inovasinya untuk menghadapi MEA, di kampus Tembalang, Undip, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(DOKUMEN PRIBADI)
(DOKUMEN PRIBADI)

DEWI Nur Cahyaningsih memiliki jiwa sosial yang tinggi. Lewat program Dynamic Learning Entrepreneur Project, ia melibatkan ibu-ibu dan anak jalanan di kawasan Gunung Brintik atau Bergota Semarang. ”Kebetulan saya sudah aktif di kegiatan sosial untuk pemberdayaan anak jalanan sejak 2011,” kata alumnus SMAN 3 Semarang ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Motivasi Dewi membuat project ini adalah keinginannya untuk mengurangi jumlah anak jalanan di Kota Semarang. ”Iya ada rasa prihatin terhadap permasalahan anak jalanan ini, karena sampai sekarang penanggulangannya masih sulit, bahkan semakin menjamur di kota-kota besar termasuk Semarang,” ujar mahasiswi Ilmu Komunikasi Fisip Undip ini.

Dewi mengajarkan berbagai materi kepada anak didiknya seperti keimanan, nasionalisme, teknologi, motivasi, dan kewirausahaan. ”Kalau untuk ibu-ibu diajarkan cara berbisnis online shop,” kata dara cantik asli Semarang ini.