BARANG BUKTI: Tim penyidik Pomdam IV/Diponegoro dipimpin oleh Wadandenpom IV/5 Semarang Mayor Cpm Roby Zulkarnaen dan Wadanpomdam IV/Diponegoro Letkol Cpm (K) Tri Wahyuningsih menunjukkan barang bukti yang disita, di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kalibanteng Semarang, Senin (19/10) kemarin. (ADITYO DWI RIYANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI: Tim penyidik Pomdam IV/Diponegoro dipimpin oleh Wadandenpom IV/5 Semarang Mayor Cpm Roby Zulkarnaen dan Wadanpomdam IV/Diponegoro Letkol Cpm (K) Tri Wahyuningsih menunjukkan barang bukti yang disita, di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kalibanteng Semarang, Senin (19/10) kemarin. (ADITYO DWI RIYANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI PILKADA : Pegawai Kesbangpol Pemkot Pekalongan dan KPU Kota Pekalongan saat menggelar sosialisasi Pilkada 2015  di SMK Perikanan IRMA, Senin (26/10) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI PILKADA : Pegawai Kesbangpol Pemkot Pekalongan dan KPU Kota Pekalongan saat menggelar sosialisasi Pilkada 2015 di SMK Perikanan IRMA, Senin (26/10) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Para pemilih pemula yang umumnya kalangan pelajar ini, ternyata sangat tertarik dengan politik uang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2015 mendatang. Terbukti, politik uang menjadi bahasan favorit dalam sosilisasi Pilkada di 27 SMA/SMK/MA di Kota Pekalongan yang digelar oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkot Pekalongan dan Komisi Pemilihan Umum(KPU) Kota Pekalongan.

Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Pemkot Pekalongan, Amaryadi, mengungkapkan bahwa dari 27 SMA/SMK/MA yang disambanginya, sebagian besar siswa selalu mempertanyakan perihal politik uang.

”Dalam sesi tanya jawab, selalu ada pertanyaan dari pelajar tentang boleh tidak menerima uang dari salah satu calon,” ungkapnya saat menggelar sosialisasi Pilkada 2015 di SMK Perikanan IRMA, Senin (26/10) kemarin.