Anggota Banteng Raider Dikeroyok Pembalap Liar

393

BARUSARI – Seorang anggota Batalyon Infanteri 400/Banteng Raider Kodam IV/Diponegoro berpangkat Prajurit Kepala (Praka) berinisial T, menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan remaja pembalap liar di dekat Patung Kuda Jalan Setiabudi, Banyumanik, Semarang.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, kasus ini bermula pada Rabu (21/10) sekitar pukul 02.00 lalu. Praka T yang diduga sedang mabuk berat, dini hari itu menyambangi puluhan remaja yang sedang asyik trek-trekan di lokasi tak jauh dari markas Yonif 400/Banteng Raider. Tanpa mengenakan seragam dinas, Praka T bermaksud membubarkan puluhan pembalap liar tersebut.

Praka T langsung mengambil paksa kunci motor dan meminta sejumlah handphone milik para remaja tersebut. Akibatnya, para pembalap liar terpancing emosinya. Terlebih mereka tidak mengetahui jika Praka T adalah anggota Yonif 400/Banteng Raider. Sebab, ia tidak mengenakan seragam dinas ataupun atribut TNI dan dalam kondisi mabuk.

Hal itu mengakibatkan para pembalap liar tersebut murka, karena merasa menjadi korban perampasan. Kurang lebih 20 orang akhirnya menghajar Praka T secara membabi buta. ”Tidak hanya dipukuli, Praka T juga diinjak-injak dan diseret,” kata sumber tersebut di Mapolrestabes Semarang, Senin (26/10).

Keesokan harinya, Rabu (21/10), kasus ini dilaporkan secara resmi oleh pihak Praka T ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Atas laporan tersebut, petugas Reksrim Polrestabes Semarang langsung bergerak.

Sedikitnya 18 orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut ditangkap. Hingga Senin (26/10) kemarin, enam orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap Praka T. Sedangkan 12 orang lainnya dilepaskan, dan hanya berstatus sebagai saksi. Kasus dugaan perampasan yang dilakukan oleh Praka T sendiri belum dilaporkan.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto saat dimintai konfirmasi terkait kasus ini, belum bersedia memberikan keterangan.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna, membenarkan, jika kasus tersebut ditangani oleh aparat Polrestabes Semarang. Pihaknya juga membenarkan adanya laporan secara resmi dari Praka T. ”Enam orang sudah ditetapkan tersangka. Surat penahanannya juga sudah ada. Sekarang masih didalami oleh penyidik satuan Reskrim,” terangnya.