Tata Ulang Pangkalan Truk

156

SLAWI – Langkah menata potensi sumber pendapatan daerah kini terus dilakukan Dishubkominfo. Potensi yang mulai diintensifkan untuk disentuh terfokus pada lokasi parkir pangkalan truk Maribaya. Kepala Dishubkominfo Kushartono Hadi Raharjo mengaku sesuai kajian pihaknya memiliki lahan yang sangat luas hingga bagian belakang.

Diakuinya luas lahan parkir truk pangkalan Maribaya kurang lebih 1, 1 hektare yang terbagi dalam dua lokasi. Di lokasi depan tercatat kurang lebih 5,15 meter persegi, dan di lahan belakang mencapai 6,155 meter persegi. Sementara untuk jumlah kios yang ada disana saat ini tercatat ada sekitar 27 kios. Dia juga sadar bila dipaksakan untuk dikerjakan dalam tahun ini kecil kemungkinan bisa terealisasi lantaran keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab.

“Kami juga siapkan gagasan untuk merevitalisasi pangkalan truk Maribaya kini terus dimatangkan melalui beragam terobosan. Salah satunya menggandeng Kementerian melalui Dirjen Perhubungan Darat hingga Bappeda Provinsi untuk mendapatkan dukungan pendanaan,” katanya.

Di tahap awal pihaknya bakal memfokuskan peremajaan pada posisi depan. Dia juga mengakui sesuai ‘ site plan’ gambar atau denah awal revitalisasi akan menyentuh semua areal yang luasnya mencapai kurang lebih 5 hektare, sebagai upaya memaksimalkan semua lahan yang ada. Dimana bagian depan akan dikhususkan untuk parkir truk dan cucian mobil serta pangkalan dan bagian belakang untuk kios dan open space.

Pihaknya juga tergerak membuat terobosan sebagai tindak lanjut kebijakan cerdas untuk merealisasi perbaikan tersebut. Hal ini mengingat pangkalan truk Maribaya menjadi sumber pendapatan sektor PAD bagi Pemkab.

Diakuinya selama ini PKL yang ada disana hanya ditarik sewa lahan lantaran kios dibangun sendiri oleh penyewa. “Kita akan atur dengan menyeragamkan bangunan kios dan nantinya pedagang akan ditarik sewa kontrak per tahun,” tegasnya. Untuk jumlah kios yang ada disana saat ini tercatat ada sekitar 27 kios. Dia juga sadar bila dipaksakan untuk dikerjakan dalam tahun ini kecil kemungkinan bisa terealisasi lantaran keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab. (her/jpnn/ric)

Silakan beri komentar.