Teguh Dwi Paryono (Radar Semarang files)
Teguh Dwi Paryono (Radar Semarang files)
KAMPUNG WISATA: Suasana Kampung Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara yang diwacanakan menjadi Kampung Wisata Bahari. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAMPUNG WISATA: Suasana Kampung Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara yang diwacanakan menjadi Kampung Wisata Bahari. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sejak setahun lalu, kampung nelayan Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara diwacanakan menjadi Kampung Wisata Bahari. Bahkan belum lama lalu, sejumlah tokoh mengadakan diskusi tentang pembangunan Kampung Wisata Bahari di Tambaklorok. Namun hingga kini rencana itu hanya menjadi angin belaka. Sebab, pembangunan Kampung Wisata Bahari yang diharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru Kota Semarang belum tergarap sama sekali.

KAMPUNG Tambaklorok terletak di pesisir utara Kota Semarang. Kampung ini dihuni kurang lebih 13.500 jiwa, terbagi dalam lima RW 34 RT. Mayoritas penduduknya atau sekitar 70 persen bekerja sebagai nelayan. Memasuki kampung ini bau khas ikan laut cukup menyengat hidung. Sebagaimana kampung nelayan lainnya, kondisinya juga cukup kumuh. Banyak nelayan yang menjual hasil laut seperti, aneka jenis ikan, kerang, dan udang di lokasi tempat pelelangan ikan (TPI) Tambak Mulyo. Tidak jauh dari situ terdapat Pos Polisi Perairan (Polair) Tambak Mulyo Semarang. Belum tampak tanda-tanda, kampung nelayan tersebut bakal disulap menjadi Kampung Wisata Bahari.