Kejari Sempat Banding, Mendadak Dibatalkan

213

SEMARANG – Vonis 1 tahun yang diterima mantan Staf Ahli Wali Kota Semarang Harini Krisniati sempat membuat jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang mengajukan upaya banding. Namun mendadak, upaya tersebut dibatalkan. Bahkan kini perkara dugaan korupsi penyimpangan program Semarang Pesona Asia (SPA) tahun 2007 ini sendiri telah dinyatakan inkracht. Harini juga telah membayar lunas denda sebesar Rp 50 juta dan biaya perkara Rp 5 ribu yang dibayarkan melalui Kejari Semarang. Ada apa ini?

Informasi adanya upaya banding dari JPU Kejari itu diketahui dari keterangan Plt Panitera Muda Pengadilan Tipikor Semarang, Heru Sungkowo. Saat itu, belum genap satu minggu masa pikir-pikir atas putusan yang dijatuhkan majelis hakim dalam perkara tersebut, jaksa penuntut umum dari Kejari Semarang menyatakan banding. Hal itu dijadikan salah satu dasar Pengadilan Tinggi Semarang menetapkan perpanjangan penahanan Harini hingga 60 hari ke depan.

”Benar Mas, sebelumnya penuntut umum mengajukan banding cuma putusan akhir masa pikir-pikir pada Kamis (22/10) kemarin, penuntut umum mencabut putusan bandingnya, apalagi melihat Bu Harini sudah menerima putusan,” kata Plt Panitera Muda Pengadilan Tipikor Semarang, Heru Sungkowo kepada wartawan.

Seolah ada yang disembunyikan, ketika dikonfirmasi mengenai sikap penuntut umum beberapa waktu lalu, Kepala Kejari Semarang, Dr Asep Nana Mulyana mengaku masih pikir-pikir atas putusan tersebut sembari menunggu waktu 7 hari atas kesempatan yang diberikan majelis hakim. Hal tersebut berbanding terbalik dengan adanya informasi upaya banding yang diajukan pihaknya.

”Soal perpanjangan penahanan beliau (Harini) memang ada dari Pengadilan Tinggi (PT) Semarang. Yakni, penetapan penahanan selama 60 hari ke depan. Seharusnya penahanan sudah habis Senin (19/10) yang lalu,” terang Asep.

Terpisah, Kasi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Semarang, Sutrisno Margi Utomo ketika ditanya mengenai informasi banding hanya menjawab singkat tanpa menjelaskan detail informasi banding yang diajukan dan dicabut pihaknya. Ia hanya menjawab putusan Harini dengan hukuman 1 tahun penjara sudah inkracht. ”Inkracht Mas, Jumat kemarin bayar denda Rp 50 juta dan biaya perkara Rp 5 ribu,” jawab Sutrisno kepada wartawan.