Jika Pemkot Serius, Banyak Potensi yang Bisa Digarap

372

DPRD Kota Semarang mendorong pemkot untuk segera melakukan pembenahan infrastruktur di wilayah Tambaklorok yang akan dijadikan kawasan Kampung Wisata Bahari. Pasalnya, infrastruktur kampung tersebut masih sangat minim jika akan disulap menjadi kampung wisata.

”Kalau saya melihat, infrastruktur di situ masih kurang. Seperti akses jalan dan lampu penerangan belum maksimal. Selain itu, kondisi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang ada juga kurang representatif,” ungkap Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Wachid Nurmiyanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Meski begitu, pihaknya sangat mengapresiasi rencana pemkot mengubah Tambaklorok menjadi Kampung Wisata Bahari. Menurut dia, kawasan tersebut memiliki banyak potensi yang bisa bisa dimaksimalkan.

”Kalau pemkot serius menjadikan kampung itu sebagai kampung wisata, sebenarnya banyak yang bisa diangkat. Tangkapan ikan laut nelayan itu kan bisa dijadikan wisata kuliner atau makanan khas. Belum lagi, di situ juga sudah ada tradisi budaya lokal yang rutin digelar warga, yakni sedekah laut,” katanya.

Selain infrastruktur, lanjut dia, sumber daya manusia (SDM) setempat juga perlu dipikirkan. Misalnya, dengan memberikan bekal keterampilan kepada warga setempat. ”Jadi, SDM juga harus dipersiapkan. Kalau hanya infrastruktur, tanpa ada perhatian terhadap SDM, dikhawatirkan UMKM tidak jalan. Jadi, harus seimbang,” tegasnya.

Meski begitu, ia mendorong pemkot segera melakukan pembenahan insfrastruktur secepatnya. Menurutnya, perbaikan infrastruktur tidak harus menunggu pembangunan kawasan Kampung Wisata Bahari selesai. ”Paling tidak akses jalan dibenahi, dipasang lampu hias, dan TPI ditata. Setidaknya itu sebagai awalan mengenalkan Tambaklorok ke masyarakat. Kalau kondisinya masih seperti sekarang, jelas kurang menarik. Beda kalau sudah diubah lebih rapi, tentunya orang akan nyaman datang ke situ,” katanya.