SIDAK POLDA: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB), Yuddy Chrisnandi melakukan melihat dan mendengar langsung penyebab kebakaran gedung B Mapolda Jateng, Selasa (6/10) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK POLDA: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB), Yuddy Chrisnandi melakukan melihat dan mendengar langsung penyebab kebakaran gedung B Mapolda Jateng, Selasa (6/10) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANGKRAK: Proyek Polder Banger di Kemijen Semarang Timur yang mangkrak. Meski polder belum jadi, Pemkot Semarang telah membeli pompa senilai Rp 20 miliar. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANGKRAK: Proyek Polder Banger di Kemijen Semarang Timur yang mangkrak. Meski polder belum jadi, Pemkot Semarang telah membeli pompa senilai Rp 20 miliar. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Proyek penanggulangan rob dan banjir di Kota Semarang mendapat sorotan dari kalangan DPRD Kota Semarang. Pasalnya, meski Polder Banger belum jadi, namun Pemkot Semarang telah melakukan pembelian pompa senilai Rp 20 miliar. Tentu saja, jika pompa tersebut dipasang belum ada manfaatnya dan terancam mangkrak.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono, membeberkan, pembangunan Polder Banger dianggarkan sebesar Rp 50 miliar melalui APBD 2015. Rinciannya, sebesar Rp 30 miliar untuk pembangunan rumah pompa, sedangkan sisanya untuk pembelian pompa.

”Aneh, polder belum jadi, tapi pemkot sudah beli pompa dan barangnya belum datang. Sedangkan rumah pompa belum selesai dibangun. Begitu juga Polder Banger juga belum ada pembangunan. Nantinya kan kalau dipasang tidak ada manfaatnya. Jadi, pemkot harus melakukan evaluasi lagi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (23/10) kemarin.