MELANGGAR: Sebuah bangunan ruko di Jalan Sultan Agung, terpaksa disegel petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Rabu, (7/10) kemarin, karena menyalahi perda. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELANGGAR: Sebuah bangunan ruko di Jalan Sultan Agung, terpaksa disegel petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Rabu, (7/10) kemarin, karena menyalahi perda. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KULAKAN DI APOTEK: Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti ratusan butir pil koplo yang diamankan dari Anggitya Romadhon. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
KULAKAN DI APOTEK: Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti ratusan butir pil koplo yang diamankan dari Anggitya Romadhon. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

NGALIYAN – Seorang remaja bernama Anggitya Romadhon, 18, warga Bringin Ngaliyan, Kota Semarang, terpaksa harus berurusan dengan polisi. Dia ditangkap karena kedapatan membawa pil koplo sebanyak 680 butir jenis Trihex.

Remaja yang kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir itu diam-diam menjadi pengedar pil koplo. Ia mengaku kulakan obat yang termasuk daftar G tersebut di sebuah apotek. Diduga, apotek tersebut sengaja melayani jual beli obat daftar G yang dilakukan secara terselubung.

Anggitya Romadhon sendiri mengaku mendapatkan pil koplo tersebut dari seseorang bernama Anton, pemilik apotek. ”Kemarin, apoteknya tutup, kemudian saya mengambil di rumahnya,” kata Anggitya saat gelar perkara di Polsek Ngaliyan, Jumat (23/10).