UNGARAN – Efek terbakaranya sejumlah lahan di Gunung Jawa mulai dirasakan masyarakat. Di Kabupaten Semarang dan Salatiga dalam beberapa hari terakhir diselimuti asap. Beberapa hari ini Gunung Lawu Jawa Timur serta Gunung Merbabu memang dalam kondisi terbakar lahannya akibat musim kemarau.

Hingga Jumat (23/10) petang, kabut asap masih menyelimuti dua wilayah tersebut. Udara terasa panas, jarak pandang berkurang dan berbeda dari hari biasanya. “Beberapa hari ini suhu udara di Salatiga maupun Kabupaten Semarang sangat panas, biasanya tidak sepanas ini,” kata Kemal Prastowo, 42, warga Kelurahan Cebongan, Kota Salatiga.

Selain itu suasana tidak cerah, dan diselimuti kabut asap. Biasanya kalau pagi hari saat berangkat kerja di Ungaran, gunungnya kelihatan. Tapi beberapa har terakhir mulai tidak tampak. Hal sama dirasakan Tikno, 55, warga jalan A. Yani Ungaran. Ia mengaku beberapa hari terakhir setiap pagi merasakan kabut asap. “Iya, memang tidak cerah seperti kabut asap. Mungkin akibat kebakaran hutan,” ungkapnya.

Kasie Observasi dan Informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Semarang, Sukarno mengatakan, fenomena kabut asap di udara Kabupaten Semarang diduga dampak kebakaran hutan digunung Lawu Jawa Timur atau kebakaran Gunung Merbabu. Dampaknya masuk ke wilayah Jepara, Solo dan Semarang. “Kemungkinan ini bisa dampak dari kebakaran hutan di gunung Lawu dan bisa juga Merbabu. Kemungkinan besar dari Gunung Lawu,” kata Sukarno. (tyo)