MANYARAN – Dua terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang tahun 2012 dan 2013, Djodi Aryo Setiawan (mantan Bendahara KONI) dan Suhantoro (mantan Sekretaris KONI) kembali berlangsung di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (22/10) sore.

Dengan wajah bersedih dan diucapkan secara lisan dalam sidang beragendakan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Keejaksaan Negeri (Kejari) Semarang atas pledoi terdakwa, Suhantoro langsung meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim.

”Yang mulia, kami katakan demi Allah, berkali-kali demi Allah, kami merasa sangat bersalah dan bertaubat, kami mohon keringanan hukuman dari majelis hakim yang mulia,” kata Suhantoro sembari mengusap air mata di hadapan majelis hakim yang dipimpin Gatot Susanto.

Kuasa hukum kedua terdakwa, Fajar Ibnu Subhi juga berharap majelis hakim dapat memberikan hukuman yang seringan-ringannya kepada kedua kliennya. Pihaknya juga menyatakan tetap pada pembelaan sudah disampaikan sebelumnya.

Selain itu, Fajar juga meminta majelis hakim memberikan pertimbangan terkait tuntutan uang pengganti yang dibebankan oleh JPU kepada Suhantoro. Menurutnya hal itu begitu memberatkan. Dalam persidangan tersebut JPU dari Kejari Semarang, Yossi BS menyatakan tetap seperti pada tuntutan yang menjerat Suhantoro dengan hukuman 3,5 tahun penjara dan 1,5 tahun penjara untuk Djody. ”Kami juga meminta kepada majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pengembalian kerugian uang negara sebesar Rp 195 juta untuk terdakwa Suhantoro. Sementara untuk terdakwa Djody Aryo Setyawan mengganti kerugian negara sebanyak Rp 47 juta,” kata Yossi.

JPU menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Seperti diketahui, kasus penyelewengan dana hibah untuk KONI Kota Semarang itu sendiri telah menyebabkan kerugian negara hingga Rp1,57 miliar. KONI Kota Semarang sendiri memperoleh hibah pada 2012 sebesar Rp7,9 miliar dan 2013 sebesar Rp12 miliar. Dana hibah tersebut seharusnya disalurkan ke seluruh pengurus cabang olahraga untuk membiayai kegiatan operasionalnya, namun justru dipotong oleh terdakwa dengan alasan untuk membantu pembiayaan operasional KONI Kota Semarang. (jks/zal/ce1)