KENDAL-Laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) Calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal telah disampaikan oleh kedua pasangan calon kepada KPUD Kendal pada 16 Oktober lalu. Diketahui, pasangan calon nomor urut 1, Widya – Hilmi (Wali) memiliki sumbangan dana kampanye lebih kecil dibandingkan pasangan calon nomor 2, Mirna – Masrur (Manis Bersyukur).

Ketua KPUD Kendal, Wahidin Said, mengatakan, jika kedua laporan penerimaan sumbangan dana kampanye kedua pasangan calon telah diterima oleh KPUD Kendal pada 16 Oktober lalu. LPSDK diserahkan oleh masing-masing tim sukes kedua pasangan calon. “LPSDK sudah kami terima dan sudah kami umumkan ke masyarakat kemarin,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Said, dari LPSDK yang diterima, diketahui pasangan nomor urut 1 mendapatkan pemasukan sumbangan sebesar Rp 387,5 juta. Sementara pasangan calon nomor urut 2 melaporkan pendapatan pemasukan sumbangan sebesar Rp 532,6 juta. “Dana kampanye itu didapat dari sumbangan parpol ataupun pihak lain,” bebernya.

Menurut Said, LPSDK pasangan nomor urut 1 berasal dari 12 pos. Di antaranya, pasangan calon itu sendiri, parpol dan perseorangan. Sementara untuk pasangan nomor urut 2, pemasukan berasal dari 6 pos, yakni dari sumbangan pasangan calon, Partai Gerindra dan sebuah grup band.

Divisi Hukum, Pengawasan, Pencalonan dan Kampanye KPUD Kendal, Syukron Adin, menambahkan, jika masing-masing pasangan calon hanya boleh mengeluarkan dana maksimal sebesar Rp 9.949.165.800. Sumber dana bisa berasal dari perseorangan, perusahaan swasta maupun pasangan calon bupati dan wakil bupati.

“Sumbangan untuk perseorangan maksimal Rp 50 juta, sementara perusahaan Rp 500 juta. Dari calon sendiri bebas, yang penting tidak melebihi batas, dan jelas sumber dana dari mana. Karena harus ada laporannya,” tegasnya. (den/aro)