MERIAH : Ribuan warga dari berbagai pelosok desa di Kabupaten Pekalongan, tumplek blek memeriahkan puncak acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-393 Kabupaten Pekalongan di Alun-Alun Kabupaten Pekalongan, pada Selasa malam (1/9) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISUKAI INVESTOR : Pekerja melakukan pemotongan kain di sebuah pabrik garmen di Kota Semarang. Realisasi investasi di Jateng pada semester pertama tahun ini mencapai Rp 13,6 triliun. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
DISUKAI INVESTOR : Pekerja melakukan pemotongan kain di sebuah pabrik garmen di Kota Semarang. Realisasi investasi di Jateng pada semester pertama tahun ini mencapai Rp 13,6 triliun. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)

SEMARANG – Potensi investasi di Jawa Tengah pada 2015 dinilai cukup tinggi. Terbukti, data realisasi investasi selama semester I menunjukkan angka signifikan yaitu mencapai Rp 13,6 triliun atau separo dari target akhir tahun yakni Rp 27 triliun.

”Capaian tersebut terdiri atas PMA (Penanaman Modal Asing) sebesar Rp 6,2 triliun dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sebesar Rp 7,4 triliun,” ungkap Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah Sudjarwanto Dwiatmoko, Kamis (22/10).

Dari data tersebut, Sudjarwanto mengklaim Jawa Tengah merupakan tempat yang menarik untuk investasi. Menurutnya, kegiatan industri di Jateng tidak hanya berada di kawasan segitiga emas meliputi Kota Semarang dan sekitarnya tetapi hampir merata di 35 kabupaten/kota. ”Misalnya di daerah selatan seperti Cilacap, Banyumas, Wonogiri, dan di daerah barat antara lain, Brebes, Batang, Jepara, serta Rembang,” imbuhnya.