Ibu-Anak dan Dua Paman Pesta Sabu

Saat Rayakan Ultah Nenek

1429
SERAP ASPIRASI: Komisi D DPRD Jateng saat meninjau lokasi pembangunan jalan tol seksi III Bawen-Salatiga di Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA NARKOBA: Para pemandu lagu dan pengunjung Bima Karaoke & Lounge Solo Baru saat menjalani tes urine oleh petugas BNNP Jateng. (BNNP JATENG FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA NARKOBA: Para pemandu lagu dan pengunjung Bima Karaoke & Lounge Solo Baru saat menjalani tes urine oleh petugas BNNP Jateng. (BNNP JATENG FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sungguh ironis, empat orang yang masih berhubungan keluarga kompak menggelar pesta sabu. Ibu bersama anak kandung, dan dua paman itu nyabu usai merayakan ulang tahun sang nenek tercinta. Ibu tersebut berinisial SD, 44, warga Nguter, Sukoharjo, dan wanita cantik berinisial NAD, 25, warga Perumahan Solo Baru yang merupakan anak kandung dari SD. Berikutnya, dua pria berinisial PM, 37, dan KR, 40, keduanya warga Kelurahan Giriwono, Wonogiri. PM dan KR diketahui adik kandung dari SD.

Selain itu, seorang sopir berinisial DTR, 34, warga Bulusulur, Wonogiri, yang berperan sebagai pemasok sabu dibekuk oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng. Barang bukti yang disita petugas berupa sabu seberat 0,5 gram. DTR sendiri juga masih memiliki hubungan saudara dengan keempat orang tersebut, yakni sepupu dengan SD. Hingga petang kemarin, kelima orang tersebut masih diperiksa secara tertutup di kantor BNNP Jateng di Jalan Madukoro Blok BB Semarang guna pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

”Kelimanya masih kami periksa di sini. Empat orang tersebut masih berhubungan keluarga. Ibu dan anak kandung, dan dua paman (adik dari si ibu). Satu orang lagi bekerja sebagai sopir berinisial DTR yang berperan sebagai pemasok sabu,” jelas Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jateng AKBP Suprinarto kepada Jawa Pos Radar Semarang di ruang kerjanya, Kamis (22/10) sore.