SEMARANG-Jumlah Daftar Pemilih Tambahan atau DPTB1 yang akan ditetapkan dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 9 Desember 2015 terus mendapatkan pemantauan dari Panwaslu. Sebab, penambahan daftar pemilih yang masuk DPTB1 rawan terjadi penyusupan atau pemilih ganda.

“Penambahan daftar DPTB1 ini rawan, takutnya ada pemilih dari luar kota juga yang masuk. Selain itu, kami juga masih memastikan ada tidaknya calon pemilih yang belum diakomodir. Tapi, kami belum memastikan apakah itu warga Kota Semarang atau bukan,” ungkap Ketua Panwaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (22/10) kemarin.

Amin menambahkan, selain mewaspadai adanya pemilih dari luar Kota Semarang, pihaknya juga telah menelusuri daftar pemilih tambahan yang berdomisili di dalam Kota Semarang. Seperti halnya warga Kota Semarang yang tinggal di rumah susun (rusunawa). Menurutnya, dikhawatirkan juga bisa terjadi pemilih ganda.

“Contohnya di Rusunawa Kaligawe, setelah kita selidiki, mereka berasal dari berbagai daerah. Memang sudah lama menempati di situ. Setelah dicek, KK (kartu keluarga) dari kelurahan lain meski masih di Kota Semarang, tapi tinggalnya sekarang di rusunawa. Itu yang kita telusuri. Kalau tidak, itu berpotensi menjadi pemilih ganda,” katanya.

Dia mengatakan, Panwaslu saat ini juga terus melakukan pemantauan terhadap perekapan yang dilakukan serentak pada tingkat kelurahan di 16 kecamatan yang dilakukan pada Jumat (23/10) hari ini oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS). Selanjutnya, dari kelurahan akan diserahkan kepada tingkat kecamatan pada 24-26 Oktober.

“Setelah dari kecamatan, nanti baru direkap di tingkat kota. Sementara ini kami belum tahu jumlahnya. Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) kota sekarang sedang mendata, semua warga mana yang belum masuk DPT supaya diakomodir KPU,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, bagi warga Kota Semarang yang belum masuk menjadi daftar pemilih untuk segera melakukan pendaftaran dengan membawa persyaratan identitas KTP ataupun paspor yang berlaku, termasuk para pensiunan TNI atau Polri.