UNIVERSITAS Terbuka (UT) akan menyosialisasikan berbagai keunggulan Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) ke ribuan santri pondok pesantren. Sosialisasi tersebut dikemas dalam gelaran Gebyar Pesantren 2015 yang akan dihelat di Pondok Pesantren Ma’hadul Ulum Asy-Syar’iyyah, Karangmangu, Sarang, Rembang pada Kamis (22/10) malam ini.

‎”Sosialisasi tentang program dan keunggulan Universitas Terbuka kepada para santri di pondok pesantren ini sejalan dengan program kami, yakni menciptakan pendidikan yang lebih tinggi dan luas untuk seluruh kalangan,” kata Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Semarang, Purwaningdyah Murti Wahyuni kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (21/10)

Wahyuni menjelaskan, UT memberikan kesempatan bagi lulusan SMA di daerah untuk melanjutkan kuliah dengan sistem pembelajaran jarak jauh. “Selain lebih hemat dan fleksibel, masyarakat pelosok tetap dapat menjangkau pendidikan,” ungkapnya. ‎

Ia menambahkan, dengan Gebyar Pesantren 2015 diharapkan UT bisa turut andil mewujudkan pemerataan pendidikan ke seluruh pelosok negeri termasuk membantu peningkatan dan perluasan kompetensi sumber daya manusia, baik dalam jenjang program sarjana maupun magister.

Dengan sosialisasi tersebut, lanjutnya, para santri diharapkan bisa mengenal lebih jauh tentang sistem pembelajaran di UT yang antara lain, menggunakan sistem terbuka seperti tidak ada batasan tahun kelulusan ijazah SLTA sederajat untuk menjadi mahasiswa UT, dan tidak ada batas usia maupun tempat tinggal. “Pembelajarannya bisa jarak jauh, tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun media non-cetak seperti audio, video, internet, dan komputer,” katanya.

Selain untuk sosialisasi berbagai program UT, lanjut dia, Gebyar Pesantren 2015 yang akan dibuka oleh Pembantu Rektor IV UT Muhamad Yunus itu juga dilaksanakan dalam rangka menyambut pencanangan Hari Santri Nasional ‎dan Haul Masyayih Saren ke-61.‎ Budayawan Prie GS dijadwalkan hadir sebagai motivator pada acara yang dikemas dengan dialog interaktif bersama 900 santri dari 15 pondok pesantren yang ada di Kabupaten Rembang ini. (dit/aro)