“Memang masaknya tidak banyak bumbu. Mengolahnya pun tidak banyak proses. Kaki kepiting segar hanya dimarinet, lalu digoreng dengan cabe dan garam. Itu saja. Jadi rasa manisnya kepiting masih terasa. Kalau terlalu banyak bumbu, nanti justru rusak. Citarasa asli daging kepitingnya malah hilang,” tuturnya.

Public Relations Gumaya Tower Hotel Wulan Ayu Tristiyani menambahkan, menu andalan King Crab itu bisa dinikmati dengan harga Rp 250 ribu per ons. Bukan barang mahal untuk mendapat sensasi baru dalam melahap kepiting impor. “Soalnya dagingnya benar-benar besar. Beda dari kepiting lokal. Mecah cangkangnya aja sudah susah, masih dapat daging secuil. Kalau ini, sekali mecah, bisa dapat daging satu lonjor sekaligus,” tegasnya. (amh/smu)