Selidiki KTP Warga Berkebutuhan Khusus

Panwas Curigai Program Dispendukcapil

220
FGD: Penanganan sanitasi di Kota Semarang perlu menjadi perhatian khusus. Oleh karena itu Humas Setdakot Semarang, menggelar FGD peran masyarakat dan media dalam penanganan sanitasi di gedung Moch Ihsan, kemarin. (ist)
REKAM DATA : Petugas Dipendukcapil Kota Pekalongan saat melakukan pendataan dan perekaman data, dari foto, sidik jari dan vek iris mata warga. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REKAM DATA : Petugas Dipendukcapil Kota Pekalongan saat melakukan pendataan dan perekaman data, dari foto, sidik jari dan vek iris mata warga. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kota Pekalongan akan menyelidiki indikasi pemberian Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk orang berkebutuhan khusus (keterbelakangan mental, red) dan sakit parah di Kota Pekalongan. Lantaran kartu-kartu tersebut diberikan menjelang berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015, dikhawatirkan ada muatan politisnya.

“Kami menerima laporan dari masyarakat, terkait gencarnya Pemkot Pekalongan memberikan KTP untuk warga berkebutuhan khusus (gila) dan sakit parah,” kata Ketua Panwas Kota Pekalongan, Sugiarto, Rabu (21/10) kemarin.

Menurutnya, ada warga yang merasa khawatir, jika kartu-kartu tersebut dimanfaatkan salah satu calon untuk menggerakkan massa dalam Pilkada tahun ini. Terlebih semua calon sebelumnya berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).